kantorbola kantor bolakantorbola kantor bolakantorbola kantor bolakantorbola kantor bolakantorbola kantor bolakantorbola kantor bolakantorbola kantor bolakantorbola kantor bola

Kereta Berdarah (2024) 5.5

5.5
Trailer

Nonton Film Online Kereta Berdarah (2024) | CGVINDO

Nonton Film Kereta Berdarah – Purnama mengajak adiknya pergi berlibur ke resor Sangkara. Untuk menuju resor, mereka harus naik kereta khusus ke sana. Selama perjalanan kereta, adiknya menemukan banyak hal aneh. Segalanya menjadi kacau ketika seseorang kesurupan di kereta dan membantai salah satu gerbong. Lalu setiap kali kereta memasuki terowongan, satu gerbong menghilang!

MVP Pictures di awal tahun 2024 kembali lagi ke layar lebar dengan menghadirkan salah satu film horor yang sebenarnya direncanakan untuk hadir di Desember 2023 silam. Kereta Berdarah kini disutradarai Rizal Mantovani yang sebelumnya kita kenal lewat saga Kuntilanak dan terakhir sempat menyutradarai Mumun (2022).

Purnama (Hana Malasan) mengajak adiknya, Kembang (Zara Leola) untuk berlibur ke sebuar resor Sangkara yang baru saja jadi. Mereka berdua bersama penumpang lainnya berangkat dari Stasiun Sangkara dengan menaiki kereta wisata yang memang diperuntukkan untuk ke resor tersebut.

Karena saat itu merupakan perjalanan perdana ke Sangkara, penumpangnya tak hanya orang awam saja, namun juga beberapa undangan penting seperti investor (Yama Carlos), dan Bupati Sangkara (Kiki Narendra). Sang investor terkejut melihat banyaknya demo ibu-ibu di stasiun tersebut yang menanyakan suami mereka yang bekerja saat pembangunan rel Sangkara.

Namun, setelah mereka memulai perjalanan, satu per satu gerbong kereta menghilang secara misterius, tanpa diketahui penyebabnya. Tekun (Fadly Faisal), yang merupakan kondektur di kereta itu menjadi yang pertama melihat hal yang aneh itu, dan melaporkannya kepada Masinis (Totos Rasiti).

Kemanakah sebenarnya gerbong yang menghilang tersebut? Apakah para penumpangnya semua selamat nantinya?

Narasi Kereta Berdarah tidak seperti film horor pada umumnya yang selalu memiliki latar belakang reliji, iblis atau setan, tetapi bagaimana kita bisa menghargai alam sekitar dengan segala hal yang melekat di dalamnya sejak dahulu kala. Hal ini lantas diperkuat dengan menggunakan kereta sebagai latar belakang naratif yang telah direncanakan dengan baik.

Entah kenapa banyak media membandingkan film ini dengan Train to Busan yang notabene sama sekali berbeda konsepnya. Erwanto Aphadullah yang sebelumnya menulis naskah Di Ambang Kematian (2023), lagi-lagi menunjukkan kualitasnya sebagai penulis naskah yang menjanjikan.

Ada beberapa adegan yang menurut Cineverse tidak perlu masuk ke dalam film. Memang, fokus naratif film ini ada di karakter Purnama dan Kembang, tapi dialognya terbilang cukup lama. Ada baiknya beberapa karakter penting lainnya mendapat screen time yang cukup agar konflik dan tensi bisa terus dijaga sampai akhir.